Dewan Minta Layanan Pengaduan Air Banda Aceh Dibenahi, PDAM: Hana Ta Tuoeh Lee Nanggroe Nyoe

TD News – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST menilai layanan pengaduan (call center) milik PDAM Tirta Daroy Banda Aceh perlu dibenahi.

Pasalnya, ada banyak laporan pelanggan terkait masalah air di kawasan mereka tidak ditindaklanjuti dengan pengecekan petugas ke lapangan.

Informasi itu disampaikan Irwansyah kepada Serambinews.com, Senin (1/10/2018), menanggapi laporan warga Dusun II Gampong Lamlagang, Kecamatan Banda Raya, kepadanya terkait kondisi air keruh dan berlumpur di kawasan tersebut.

Seminggu yang lalu, warga itu melapor ke call center PDAM di nomor 081360537581 dan dijawab bahwa petugas akan segera mengecek ke lokasi.

Tetapi setelah ditunggu berhari-hari, petugas tak kunjung datang.

“Jadi apa juga guna call center itu? Ini lah yang membuat warga skeptis dengan nomor-nomor pengaduan. Karena sudah diadukan tetapi tidak dapat solusi, sudah hari ketujuh, air masih kotor,” ujar Irwansyah.

Disebutkan, sedikitnya ada sepuluh rumah yang mengalami kondisi air keruh. Dia yakin jumlah tersebut bisa lebih banyak lagi, tapi banyak warga yang tidak melapor.

Menurutnya, call center air harus responsif dan solutif.

Jangan hanya sekadar mengecek kran di luar rumah warga, tapi harus bisa mengadvokasi keluhan warga atas tidak bagusnya pelayanan.

Menanggapi permintaan dewan, Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub menyebut call center selama ini berjalan baik, dimana ada pengaduan, petugas akan datang mengeceknya.

“Itu lah pelanggan kita, lapornya bukan ke PDAM. 081360537581 itu nomor saya sendiri. Memang ada yang lebih baik dari direktur yang pegang call center-nya?” timpal pria yang akrab disapa Ampon Yub itu.

Ampon Yub membantah bahwa call center PDAM Tirta Daroy lamban dalam merespons aduan pelanggan.

“Kata siapa? Mana bukti slow responsnya? Mengapa dia tidak minta langsung ke PDAM ya? Hana ta tuoeh lee nanggroe nyoe (Tidak tahu lagi negeri ini),” ungkap Ampon Yub, yang mengaku kecewa terhadap dewan sebagai salah satu pemilik PDAM, justru mengumbar persoalan itu ke media.(Serambi)