PDAM Putuskan Sambungan Ilegal

TD News – Petugas PDAM Tirta Daroy, Banda Aceh, Kamis (20/12), memutuskan ratusan sambungan ilegal yang terpasang di rumah-rumah warga nonpelanggan, Kamis (20/12). Ratusan sambungan ilegal itu dicantol langsung ke pipa distribusi.

Tim gabungan yang telah melaksanakan penertiban selama tiga pekan itu juga menemukan sejumlah usaha milik warga yang ikut mencuri air dengan cara melakukan sambungan bypass ke pipa distribusi atau pipa transmisi.

Plh Direktur PDAM Tirta Daroy, H Maimun MD mengatakan, selama penertiban ada ratusan sambungan liar yang telah diputuskan dan ditemukan di empat gampong, meliputi Beurawe, Lampaseh, Punge Jurong, dan Peulanggahan. “Ini baru empat gampong, kita akan telusuri semua gampong. Umumnya sambungan ilegal yang ditemukan di rumah serta tempat usaha milik warga non-pelanggan ini, dicantol dari pipa transmisi, sehingga PDAM kehilangan banyak air setiap bulannya,” kata Maimun, kepada Serambi saat mendampingi tim melakukan penertiban di Peulanggahan.

Ia menjelaskan, dalam penertiban itu tim juga menemukan ada sambungan ilegal yang terpasang di rumah mewah, sehingga petugas yang dibantu personel Polresta Banda Aceh, langsung mengambil tindakan pemutusan. “Mencapai ratusan kubik air hilang tiap bulan. Karena, proses penyambungan pipa ilegal yang dilakukan warga non-pelanggan ini, langsung mencantol ke pipa transmisi. Lalu, untuk mengairi air ke dalam bak mandi para non-pelanggan ini menggunakan mesin pengisap Sanyo,” ujar Maimun.

Maimun mengatakan, mesin pengisap di rumah-rumah nonpelanggan itu setiap harinya menyedot air sampai 1 kubik. “Kalau satu rumah saja 1 kubik per hari, berapa kubik hilang air per bulan dari temuan ratusan rumah yang memasang pipa ilegal, Seperti di Dusun Syah Bandar, Gampong Peulanggahan, dari 40 rumah yang kami telusuri, hanya tiga rumah pelanggan resmi PDAM. Selebihnya nonpelanggan yang mengambil air dengan cara mencantol ke pipa transmisi,” ungkap Maimun.

Dalam penertiban itu, tim juga menemukan mantan pelanggan yang telah diputuskan distribusi air akibat menunggak, didapati ikut mencuri air dengan cara mencantol ke pipa distribusi. Menyikapi hal itu, tim penertiban pun memberi surat peringatan kepada ratusan nonpelanggan itu untuk tidak mengulangi perbuatannya. Karena, bila hal itu dilanggar, maka siap diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub menjelaskan, penertiban yang dilakukan tim gabungan PDAM lebih persuasif. “Kita lebih lakukan pendekatan persuasif. Kalau peringatan ini dilanggar dan diulangi pasti ada kosekwensinya bagi nonpelanggan itu,” kata T Novizal yang akrab disapa Ampon Aiyub kepada Serambi.

Ia menjelaskan, di satu sisi PDAM Tirta Daroy diminta memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat. Namun, di lain sisi banyak ditemukan pipa ilegal yang terpasang di rumah serta usaha milik warga yang notabene non-pelanggan. “Tanpa kerja sama dan dukungan masyarakat, sulit bagi PDAM Tirta Daroy untuk meningkatkan pelayanan yang optimal dan lebih baik seperti yang diharapkan,” pungkas Ampon Aiyub.(Serambi)