Profil

1. SEJARAH PERUSAHAAN

Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Daroy (PDAM) Kota Banda Aceh ditetapkan berdasarkan Perda No. 2 Tahun 1975 tanggal 24 Februari 1975. Dalam kurun waktu 43 tahun berdirinya PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh sebagai satu-satunya Perusahaan penyedia air bersih untuk kebutuhan masyarakat di Ibukota Provinsi Aceh. Di samping itu juga untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi pelayanan publik lainnya seperti Industri Pariwisata, Rumah Sakit, Perdagangan dan Jasa, Pesantren dan lainnya. Pasca bencana gempa dan tsunami 26 Desember 2004, berbagai bantuan rekonstruksi infrastruktur telah dilaksanakan di Kota Banda Aceh termasuk infrastruktur sistem penyedia air bersih berupa infrastruktur pengolahan, jaringan perpipaan maupun bantuan manajemen yang meliputi peningkatan sumber daya manusia dan lainya.

Berkaitan dengan hal tersebut, kondisi PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh pasca bencana mengalami perubahan profil perusahaan baik di bidang teknis maupun administrasi keuangan seperti meningkatnya persentase cakupan pelayanan dan menurunnya tingkat kerugian Perusahaan secara bertahap.

2. SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

Sistem Penyediaan Air Minum di Kota Banda Aceh saat ini dikelola oleh PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh. Sistem air perpipaan yang melayani penduduk Kota Banda Aceh adalah menggunakan sumber air Krueng Aceh. Sistem Penyediaan air minum akan dipaparkan berdasarkan kondisi pelayanan air minum yang mencakup daerah pelayanan, sumber air baku, system distribusi (perpipaan).

2.1. Kondisi Pelayanan Air Minum

Kondisi Pelayanan air minum Kota Banda Aceh seperti disebutkan pada bagian sebelumnya hampir seluruhnya terlayani dengan air perpipaan PDAM Tirta Daroy. Secara jelas, uraian daerah pelayanan dan kondisi pelayanan dijelaskan dalam bagian dibawah ini.

2.1.1. Daerah Pelayanan

PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh saat ini melayani 3 (tiga) cabang pelayanan, yaitu :

  • Cabang 1 (Syiah Kuala) yang meliputi pelayanan di Kecamatan Kuta Alam, Syiah Kuala dan Ulee Kareng
  • Cabang 2 (Teuku Nyak Arief) yang meliputi pelayanan di Kecamatan Kuta Raja, Meuraxa dan Baiturahman.
  • Cabang 3 (Teuku Umar) yang meliputi pelayanan di Kecamatan Lueng Bata, Banda Raya dan Jaya Baru.
  • Cabang 4 (Sultan Iskandar Muda)

Kualitas pelayanan dari 4 cabang sampai saat ini belum seluruhnya memberikan kualitas pelayanan yang baik, baik itu aspek kualitas air, kuantitas dan juga kontinuitas. Dari data yang ada menunjukkan bahwa kualitas pelayanan PDAM pada aspek kualitas air baru mencapai kurang lebih 85%, sedangkan, untuk kuantitas aliran yang baik baru dirasakan sejumlah 78% dan untuk aspek kontinuitas aliran yang baik baru dirasakan oleh 90% pelanggan yang ada.

2.2. Tingkat Pelayanan

Pada tahun 2011, jumlah penduduk pada daerah pelayanan Kota Banda Aceh adalah sekitar  228.562 jiwa. Pada tahun 2012 jumlah penduduk Kota Banda Aceh meningkat menjadi 238.784 jiwa. Dengan jumlah pelanggan pada wilayah pelayanan pada tahun 2012 sebanyak 39,837 pelanggan, maka tingkat pelayanan air minum PDAM Kota Banda Aceh adalah 82% dari jumlah penduduk pada tahun tersebut.

2.3. Jam Pelayanan

Sistem pengoperasian PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh sudah mencapai 24 jam dengan optimalnya jaringan distribusi yang ada. Pada daerah-daerah tertentu dengan sistem perpipaan yang belum sempurna khususnya pada jam puncak tidak dapat dialiri air sehingga membutuhkan penyempurnaan sistem jaringan.

2.4. Sumber Air Baku

Sumber air yang digunakan oleh PDAM Tirta Daroy yang melayani Kota Banda Aceh adalah sungai dari Krueng Aceh. Sumber air yang digunakan oleh PDAM Tirta Daroy adalah dari Krueng Aceh, sungai terbesar yang membelah Kota Banda Aceh. Untuk menjaga adanya intrusi air laut kedalam sungai Krueng Aceh telah terpasang unit bendung karet. Namun demikian, kondisi bendung karet saat ini dalam keadaan rusak dan membutuhkan pebaikan atau pembangunan unit yang baru. Saat ini pemerintah Kota Banda Aceh tengah merencanakan pembangunan bendung karet baru sehingga kualitas air baku dapat terjaga dengan optimal.

2.5. Unit Produksi

Kapasitas instalasi pengolahan air bersih  terpasang saat ini mencapai 720 liter/detik, yang terdiri dari instalasi pengolahan Lambaro 660 liter/detik Instalasi air bersih Siron 60 liter/detik dengan jam operasi penuh 24 jam penuh.

Unit Produksi Lambaro dibangun pada tahun 1975 dengan kapasitas 660 liter per detik dengan jenis bangunan terbuat dari beton.  Unit reservoir sebesar 1.700 m3 melengkapi unit produksi Lambaro  untuk selanjutnya dialirkan kepada pelanggan dengan menggunakan system perpompaan. Untuk melakukan monitoring system produksi telah dipasang system komputerisasi informasi SCADA. Sementara itu, kualitas air yang dihasilkan dari unit Lambaro telah memenuhi standar air minum dengan standar 0.5-1 ntu. Unit laboratorium juga telah melengkapi system Lambaro dan unit pembangkit menggunakan genset dan PLN.

Unit produksi Siron saat ini digunakan memiliki kapasitas produksi 60 lpd yang dibangun pada tahun 1993. Beroperasi penuh 24 jam sehari dengan system pengaliran dilakukan menggunakan system perpompaan dengan kualitas air minum yang dihasilkan mencapai 0.5-1 ntu.

2.6. Unit Transmisi Dan Distribusi

Sistem pengaliran air pada jaringan perpipaan dilakukan secara pompanisasi dari instalasi pengolahan air minum ke wilayah pelayanan administrasi Kota Banda Aceh. Pipa jaringan distribusi utama yang dipakai dalam sistem penyediaan air minum PDAM Kota Banda Aceh untuk mengalirkan air baku maupun air bersih bervariasi antara diameter 150 mm sampai diameter 600 mm dengan panjang pipa sekitar 150 km. Jenis pipa yang digunakan adalah ACP, Steel, PVC dan HDPE.

Jaringan distribusi tersier yang terpasang dengan diameter bervariasi yaitu diameter 40 mm – 100 mm sepanjang kurang lebih 3.000 km. Jenis pipa yang digunakan adalah Steel, PVC dan HDPE.

Kapasitas air yang didistribusikan pada sistem perpipaan air minum PDAM Kota Banda Aceh pada tahun 2012 dari 2 unit produksi yang ada adalah sekitar 720 Liter/detik dengan kapasitas air yang terjual sekitar 374 Liter/detik dengan tingkat kehilangan air sekitar 48%.

2.7. Sistem Reservoir

Reservoir pada sistem penyediaan air minum PDAM Kota Banda Aceh ada di beberapa lokasi, yaitu di Jalan Perwira Taman Sari, Jalan T. Nyak Arief Darussalam, Jalan Tgk. Daud Beureu’eh Lampineung, Jalan Laksamana Malahayati Jeulingke dan Jalan Rama Setia Ulee Lheue yang akan dibangun pada tahun 2013. Kapasitas masing – masing reservoir dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 1 Reservoir yang dikelola PDAM Tirta Daroy, Kota Banda Aceh

 

No.

Lokasi

Kapasitas

(M3)

Keterangan

 

1.

2.

3.

4.

5.

 

Reservoir Jl. Perwira Taman Sari (2×150)

Reservoir Jl. T. Nyak Arief Darussalam

Reservoir Jl. Tgk. Daud Beureu’eh Lampineung

Reservoir Jl. Laksamana Malahayati Jeulingke

Reservoir Jl. Rama Setia Ulee Lheue

 

300

300

500

100

100

 

Beroperasi

Tidak beroperasi

Tidak beroperasi

Beroperasi

Dibangun tahun 2013

  Total         4.750 Berfungsi

Sumber : PDAM Tirta DaroyTahun 2012

2.8. Unit Pelayanan

Jumlah sambungan pelanggan PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh hingga akhir tahun 2012 adalah 39,837 sambungan langganan. Kondisi air tanah dangkal pada daerah pelayanan dari segi kualitas kurang baik untuk digunakan, sehingga hal ini merupakan peluang pasar bagi PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh untuk lebih menambah jumlah cakupan pelayanan.

Tabel 2 Perkembangan Sambungan Pelanggan PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh

Keterangan 2010 2011 2012
# Pelanggan Baru 3,602 2,965
Cakupan Pelayanan 73.73% 79.39% 81.97%
Jumlah Pelanggan 33,270 36,872 39,837
Domestik 32,581 36,170 39,126
Non Domestik 84 166 161
Instansi Pemerintah 347 409 295
Kran Umum 11 6 1
Sosial 247 121 254

Aspek pelayanan pelanggan yang diberikan oleh PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh saat ini belum secara penuh dapat memberikan kepuasan kepada para pelanggannya. Aspek pelayanan yang belum dapat memenuhi kepuasan pelanggan tersebut adalah aspek Kuantitas dan Kontinuitas.

Aspek kualitas yang diberikan PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh kepada para pelanggannya adalah sudah cukup baik, karena sistem instalasi pengolahan air minum telah modern dan memenuhi standard Permenkes.

Aspek Kuantitas dan Kontinuitas yang diberikan oleh PDAM masih kurang karena jaringan perpipaan yang ada masih belum ideal terhadap kebutuhan.

3. ORGANISASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA

3.1. Struktur Organisasi

Dalam mengantisipasi permasalahan sistem penyediaan air bersih yang semakin kompleks serta adanya komitmen manajemen perusahaan yang akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan lebih berorientasi kepada pelanggan, PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh telah menerapkan struktur organisasi terakhir berdasarkan Surat Keputusan Walikota Banda Aceh No: 9A Tahun 2012, yang membagi pimpinan menjadi 4, yaitu, Direksi, Kepala Bagian, Kepala Seksi dan Kepala Cabang. Secara rinci masing-masing pimpinan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Tingkatan direktur diisi oleh 3 jabatan, yaitu Direktur Utama, Direktur Administrasi & Keuangan dan Direktur Teknik.
  • Satuan Pengawas Internal diisi oleh 1 jabatan, yaitu Kepala Satuan Pengawas Internal.
  • Tingkatan Bagian diisi oleh 6 Kepala Bagian, yaitu Bagian Keuangan, Bagian Umum, Bagian Hubungan Pelanggan, Bagian Perencanaan Teknik, Bagian Produksi, dan Bagian Transmisi dan Distribusi).
  • Tingkatan Kepala Cabang terbagi menjadi 3 mengikuti wilayah pelayanan PDAM di Kota Banda Aceh.
  • Tingkatan Kepala Seksi terisi oleh 24 Kepala Seksi yang dengan jumlah 4 seksi yang berada di bawah Kepala Bagian Keuangan, Bagian Umum membawahi 4 Seksi, Bagian Pelayanan membawahi 3 seksi, Bagian Perencanaan Pengembangan Teknik membawahi 2 seksi, Bagian Produksi membawahi 3 Seksi, Bagian Transmisi dan Distribusi membawahi 2 Seksi, Cabang membawahi masing-masing 2 seksi serta Bagian Satuan Pengawas Internal membawahi 2

Susunan atau Struktur Organisasi PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh berdasarkan uraian jabatana diatas dapat dilihat secara rinci pada gambar struktur organisasi dibawah ini.

3.2. Sumber Daya Manusia

Jumlah seluruh Pegawai PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh hingga tahun 2012 adalah 211 orang dengan status dan latar pendidikan yang berbeda. Di bawah ini diuraikan kelompok pegawai berdasarkan beberapa kategori.

Tabel 3 Profil Pegawai PDAM Tirta Daroy Berdasarkan Status Tahun 2012

 

Status Pegawai

 

Jumlah

Prosentasi

(%)

Direktur 2 0.94
Pegawai Tetap 182 86.25
Pegawai Kontrak 27 12.79
Total Pegawai 211 100,00

Sumber : Profil PDAM Kota Banda Aceh tahun 2012

 

Tabel 4 Profil Pegawai PDAM Tirta Daroy Berdasarkan Pendidikan Tahun 2012

 

Pendidikan

 

Jumlah

Prosentasi

(%)

SD dan SLTP 16 7.58
SLTA 134 63.51
D-III 20 9.47
S1 dan S2 41 19.43
Total Pegawai 211 100,00

Sumber : Profil PDAM Kota Banda Aceh tahun 2012

Dari data terakhir tahun 2012 diatas diketahui bahwa sebagian besar pegawai PDAM Tirta Daroy, Kota Banda Aceh berlatar pendidikan SLTA dengan jumlah 134 orang atau 63,51% dari seluruh Pegawai. Sementara, Pegawai dengan latar pendidikan Sarjana, termasuk Diploma-III baru mencapai jumlah 61 orang atau 28,9% dari seluruh Pegawai.

Selanjutnya, untuk meningkatkan kualitas Pegawai, manajemen menyadari sepenuhnya akan kebutuhan tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh dalam rangka peningkatan ketrampilan dan pengembangan sumber daya manusia yang dimiliki. Program pelatihan yang diselenggarakan oleh Training Manajemen Muda dan Utama yang dilakukan oleh PERPAMSI Pusat, pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas BMCK Provinsi Aceh, Kantor Kementrian PU Cipta Karya termasuk program bantuan USAID telah mengikutsertakan beberapa Pegawai PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh.

Dengan memperhatikan tingkat efisiensi Pegawai terhadap sambungan diketahui bahwa dengan jumlah pegawai sebesar 211 orang dan jumlah pelanggan yang dilayani sebesar 39.836 sambungan menghasilkan rasio 5,3 : 1000, artinya untuk melayani setiap 1.000 pelanggan dikerjakan oleh hampir 5 orang pegawai, dinilai efektif dan efisien karena masih jauh dari standar yang ditentukan di dalam Pedoman Penilaian Kinerja yaitu < 8.

4. KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

4.1. Pendapatan dan Tarif

Pendapatan air PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh telah mengalami peningkatan pada periode 3 tahun terakhir. Peningkatan pendapatan diperoleh PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh disebabkan karena adanya penurunan tingkat kehilangan air dan pertambahan sambungan. Kontribusi dari pertambahan sambungan dapat dilihat dari jumlah pelanggan PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh yang terus meningkat pada periode 3 tahun terakhir. Rata-rata pertambahan pelanggan yang dicapai oleh PDAM adalah sebesar 2.500 unit per tahun.

Struktur tarif yang berlaku saat ini adalah tarif yang berlaku sejak Tahun 2008 menunjukkan tarif rata-rata dari seluruh jenis pelanggan PDAM  Tirta Daroy Kota Banda Aceh adalah Rp. 2.816 /m3 dengan tarif terendah untuk Kelompok Sosial sebesar Rp. 945 /m3 dan tarif tertinggi untuk Kelompok Industri Besar rata-rata sebesar Rp. 4.565 /m3. Penyesuain tarif terakhir yang diberlakukan pada tahun 2008 tertuang dalam SK Walikota Banda Aceh No. 12, Tahun 2008, Tanggal 1 Agustus 2008. Sementara tarif air minum sebelumnya ditetapkan melakui SK Walikota Banda Aceh No. 86, Bulan April, tahun 2002.

Pendapatan PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh 3 tahun terakhir menunjukkan gambaran yang cukup baik, dimana jumlah Pendapatan Air pada Tahun 2010 sebesar Rp. 25 Milyar meningkat menjadi Rp. 29 Milyar pada akhir Tahun 2012 atau mengalami peningkatan sebesar 12%. Kontribusi peningkatan pendapatan pada periode ini diperoleh dari adanya pertambahan jumlah pelanggan. Sementara itu, Pendapatan Non-Air pada periode ini seperti Pendapatan Sambungan Baru, Denda dan lainnya mengalami penurunan sebesar 11%.

Profil Pendapatan Usaha untuk periode 3 Tahun berturut-turut secara rinci dijelaskan pada Tabel Laporan Laba/Rugi dibawah ini.

Tabel 5 Laporan Laba/Rugi PDAM Tirta Daroy, Kota Banda Aceh Tahun 2010 – 2012

KETERANGAN 2010 2011 2012 Naik (Turun) % 2010-2012
PENDAPATAN OPERASI        
Penjualan Air 25,979,201 27,624,280 29,220,410 12%
Administrasi & Beban Tetap 2,935,684 3,332,822 3,578,769 22%
Jumlah Pendapatan Penjualan Air 28,914,885 30,957,102 32,799,179 13%
Pendapatan Non Air (Sambungan Baru) 1,270,975 910,318 1,137,013  
Pendapatan Non Air Lainnya (Denda, Samb.Kembali, dsb) 156,263 138,209 131,559  
Jumlah Pendapatan Non Air 1,427,238 1,048,527 1,268,572 (11%)
Jumlah Pendapatan Operasional 30,342,123 32,005,629 34,067,751  
BIAYA OPERASI  
Pegawai 7,728,987 9,811,870 11,648,741 51%
Biaya Energi 3,854,077 5,100,335 5,055,857 31%
Bahan Kimia 2,977,371 2,993,698 3,989,499 34%
Bahan Pembantu/Pemeliharaan 1,583,518 1,562,539 3,324,000 110%
Biaya Operasi Lainnya 838,632 796,735 949,478 13%
Penghapusan Piutang 6,070,876 231,816 4,380,863 -28%
Administrasi & Umum 2,927,074 2,012,986 2,687,672 -8%
Retribusi Air Baku  
Pembelian Air Olahan  
Jumlah Biaya Operasional 25,980,535 22,509,979 32,036,110 23%
LABA BERSIH OPERASI 4,361,588 9,495,650 2,031,641  
Pendapatan Non Operasi 2,450,925 205,429 1,801,625  
Biaya Non Operasi 12,495 8,770 13,867  
LABA/(RUGI) SEBELUM PENYUSUTAN & BUNGA 6,800,018 9,692,309 3,819,399  
Penyusutan 9,479,891 9,773,786 8,069,499  
Amortisasi  
LABA/(RUGI) SEBELUM BUNGA (2,679,873) (81,477) (4,250,100)  
Biaya Bunga Pinjaman 1,195,278 651,604 733,778  
LABA/(RUGI) SEBELUM PAJAK (3,875,151) (733,081) (4,983,878)  
Pajak Pendapatan (1,325,945)  
LABA/(RUGI) BERSIH (2,549,206) (733,081) (4,983,878)  
% Tarif Full Cost Recovery (%) 113.7% 159.0% 117.7%  

4.2. Biaya Operasional

Secara keseluruhan biaya operasional PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh telah mengalami pertumbuhan seiring adanya inflasi terhadap biaya operasional pada 3 tahun terakhir. Dari Laporan Laba Rugi yang diterbitkan dari tahun 2010 sampai dengan 2012 menunjukkan Biaya Operasi diluar Biaya Bunga dan Depresiasi telah meningkat sebesar 23%, yaitu dari Rp. 25.98 Milyar pada tahun 2010 meningkat menjadi Rp. 32.03 Milyar pada tahun 2012. Sementara biaya administrasi dan umum yang bersifat tetap telah mengalami penurunan sebesar 8% yang menunjukkan berhasilnya PDAM melakukan penghematan atas Biaya Administrasi dan Umum. Selanjutnya, Biaya Pegawai secara keseluruhan telah mengalami peningkatan pada periode ini 51%, sebagai gambaran makin membaiknya kompensasi yang diberikan perusahaan kepada pegawainya.

Selanjutnya, komponen biaya operasional utama yang terdiri dari biaya listrik dan bahan bakar atau biaya energi telah meningkat sebesar 31% sebagai gambaran terjadinya peningkatan yang cukup signifikan dalam waktu 2 tahun atau meningat rata-rata sebesar 15.5%.

Dari keterangan diatas yang menggambarkan pergerakan jumlah pendapatan dan biaya operasional untuk periode 3 tahun terakhir, yaitu tahun 2010 sampai dengan 2012 diketahui bahwa kinerja PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh berada pada kondisi yang kurang sehat secara keuangan.  Peningkatan pendapatan yang berhasil diperoleh masih lebih kecil daripada peningkatan biaya operasional, sehingga laba bersih telah mengalami penurunan dari defisit Rp. 2.5 Milyar meningkat menjadi defisit Rp. 4.98 Milyar.  Selanjutnya, rasio operasi yang menunjukkan rasio pendapatan air dan biaya operasional untuk 3 tahun terakhir tersebut berada pada tingkat yang cukup baik, yaitu berada diatas 100%.  Kondisi yang menunjukkan bahwa pendapatan dari tarif air minum telah menutupi seluruh biaya operasional yang dikeluarkan. Namun demikian, dengan adanya inflasi terhadap biaya operasi dan kebutuhan pembayaran utang perlu dilakukan pada tahun didepan.

4.3. Kekayaan dan Kewajiban

Kekayaan PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh pada 3 tahun terakhir tidak menunjukkan kondisi yang positif, periode ini PDAM tidak melakukan pengadaan asset secara signifikan yang disebabkan karena belum dicapainya perolehan keuntungan yang signifikan dari peredaran usaha yang dilakukan.

Kewajiban Jangka panjang adalah pinjaman PDAM Tirta Daroy kepada Kementrian Keuangan RI yang merupakan pinjaman yang ditarik pada tahun 1992/1994 untuk pengadaan fasilitas produksi dan perlengkapan distribusinya. Pinjaman ini telah dilakukan restrukturisasi melalui program Restrukturisasi Pinjaman Tahun 2008 melalui PMK 120.05/PMK/2008. Program ini telah diikuti dan penghapusan bersayarat atas non-pokok berhasil diperoleh dengan nilai penghapusan Rp. 26 Milyar. Namun demikian, sejak dilakukan restrukturisasi pada tahun 2008, PDAM belum dapat melakukan pengembalian utang sehubungan dengan tidak tersedianya dana yang cukup untuk melakukan pembayaran pinjaman. Berikut adalah neraca untuk 3 tahun terakhir.

Tabel 6 Kekayaan dan Kewajiban PDAM Tirta DaroyKota Banda Aceh – Periode Tahun 2010-2012

KETERANGAN 2010 2011 2012
ASET  
Kas 1,076,459 2,966,314 3,380,357
Piutang 13,476,879 15,760,618 12,948,216
Uang Muka 9,556
Persediaan 682,939 241,132 253,310
Total Aset Lancar 15,245,833 18,968,064 16,581,883
Aset Tetap 130,936,084 133,778,258 138,007,505
Akumulasi Penyusutan (47,705,123) (57,478,909) (65,660,417)
Nilai Bersih Aset Tetap 83,230,961 76,299,349 72,347,088
Aset Lain-lain 9,431,614 5,176,534 5,883,191
TOTAL ASET 107,908,408 100,443,947 94,812,162
       
KEWAJIBAN DAN MODAL      
Kewajiban utang Lancar 1,140,081 610,927 1,450,146
Kewajiban Jangka Panjang 44,609,115 44,662,588 45,294,607
Modal      
Penyertaan Pemerintah Daerah 9,883,174 19,576,260 21,079,042
Penyertaan Pemerintah Pusat/Hibah
Keuntungan (Kerugian) Luar Biasa
Cadangan Dana 111,783,247 89,775,282 89,775,282
Akumulasi Rugi/Laba (58,143,625) (53,448,029) (57,803,037)
Rugi/Laba Tahun Berjalan (2,549,206) (733,081) (4,983,878)
Jumlah Modal 60,973,590 55,170,432 48,067,409
JUMLAH KEWAJIBAN & MODAL  107,908,408  100,443,947  94,812,162

4.4. Rasio Keuangan

Secara keseluruhan kinerja keuangan ditunjukkan oleh beberapa indikator keuangan penting, terdiri dari rasio lancar, periode penagihan dan lain-lain. Dibawah ini adalah beberapa kinerja PDAM Tirta Daroy Kota Banda Aceh periode tahun 2010-2012.

Tabel 7 Indikator Keuangan PDAM Tahun 2010-2012

RASIO KEUANGAN 2010 2010 2011
Rasio Lancar 13.37 31.05 11.43
Periode Penagihan (hari) 170 186 144
Rasio Kecukupan Tarif dan Biaya (FCR) 113.7% 159.0% 117.7%

Dari indikator atau rasio diatas diketahui bahwa rasio lancar 3 tahun terakhir berada pada besaran sangat tinggi yang disebabkan oleh besaran piutang usaha atas penjualan air yang belum dibayarkan. Faktor kondisi paska tsunami telah mendorong tingginya piutang usaha yang dimiliki PDAM.  Kondisi ini juga ditunjukkan dengan besarnya umur penagihan yang dinyatakan dalam hari berjumlah 144 hari pada akhir tahun 2012.  Rasio kecukupan tarif terhadap biaya juga menunjukkan kondisi yang baik dimana pada 3 tahun terakhir seluruhnya pendapatan yang diperoleh dapat menutupi biaya usaha yang dikeluarkan. Pada tahun 2010 rasio ini mencapai pada besaran 113.7% dan pada akhir tahun 2012 juga masih berada pada besaran diatas 100%, yaitu mencapai besaran 117.7%.