Stok Air Bersih Semakin Minim

TD News – Stok air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar terus menipis, memasuki musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada September ini. Kondisi itu diprediksi semakin parah karena Bendung Karet Lambaro belum selesai diperbaiki, sehingga menyebabkan stok air di kolam intake Lambaro sangat minim.

Hal itu diungkapkan Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub saat ditanya Serambi terkait stok air di Banda Aceh, Jumat (31/8). Menurut pria yang akrab disapa Ampon Yub ini, kondisi air sempat normal sekitar satu minggu lalu (Idul Adha) saat banyak warga pulang kampung, sehingga pemakaian air berkurang di Banda Aceh. Namun air kembali minim saat ini.

“Terus terang kebocoran bendung karet itu sangat berdampak pada pelayanan air PDAM. Pompa benam yang sebelumnya kita turunkan kini gantung lagi, nggak bisa diturunkan lagi karena sudah hampir sampai dasar,” ujar Ampon Yub, dan menyebut produksi air di Water Treatment Plant (WTP) Lambaro yang biasanya 700 liter per sekon (Lps) turun drastis menjadi 470 Lps.

Menurut Ampon Yub, bendung karet itu sangat krusial karena mempengaruhi jumlah air yang tertampung di kolam. Akibat kebocoran bendung, lanjutnya, air yang dapat disedot menjadi sangat minim. “Saya nggak mau ngomong soal teknis bendung, tapi yang jelas dampaknya kita kekurangan air dan diperparah dengan kemarau sekarang ini,” jelas dia.

PDAM Tita Daroy pun terpaksa menggilir air ke pelanggan. Sebab dampaknya, kata Ampon Yub, sangat dirasakan masyarakat di wilayah ujung dan perbatasan, di antaranya Lampulo, Ie Masen, Deah Gelumpang, dan Deah Baro. “Kita harus mencari alternatif air baru atau segera perbaiki bendung. Perbaikan bendung juga tak gampang, karena bocornya itu di bawah,” timpal Ampon Yub.

Sementara Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Ir T Maksal Saputra MT yang dikonfirmasi Serambi mengatakan, para teknisi sedang berusaha memperbaiki kebocoran bendung karet Lambaro sejak Kamis (30/8). “Sedang dikerjakan perbaikannya mulai kemarin (red- Kamis). Hari ini Jumat teknisi tidak bekerja, besok dilanjutkan lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Maksal, para teknisi sudah terlebih dulu memeriksa kerusakan di lokasi dan menyiapkan material sesuai hasil pengecekan. Saat ditanya terkait tingkat keparahan bendung karet yang bocor itu, Maksal tidak menjelaskan secara spesifik kepada Serambi. “Diupayakan secepatnya untuk perbaikan darurat dahulu,” kata dia.

Perbaikan Permanen
Kepala BWS Sumatera I, Ir T Maksal Saputra MT juga mengungkapkan bahwa tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan perbaikan permanen terhadap bendung karet Lambaro. Namun menurutnya, biaya dan usaha yang dibutuhkan akan lebih besar daripada sekadar perbaikan darurat. “Untuk perbaikan secara permanen harus diusulkan pada anggaran tahun 2019,” ujarnya, tanpa merincikan berapa biaya yang dibutuhkan itu.

Maksal menjelaskan, perbaikan secara permanen memerlukan kisdam untuk menutup aliran sungai sementara. Sedangkan air dialirkan melalui saluran pengelak. “Bendung karet tersebut dibuka dahulu dan diperbaiki sesuai tingkat kerusakannya. Karena ada bagian bawah bendung yang rusak akibat terkena kayu atau material tajam yang terbawa aliran sungai,” demikian Maksal.(Serambi)